Life

4 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang dengan Keterampilan Sosial yang Buruk, Hati-Hati!

×

4 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang dengan Keterampilan Sosial yang Buruk, Hati-Hati!

Sebarkan artikel ini


Beauties, apa kamu suka berinteraksi dengan orang lain? Atau kamu sering merasa bingung ketika bertemu orang baru? Jangan khawatir! Menavigasikan interaksi sosial memang bukan keahlian semua orang. Beberapa orang, secara tidak sengaja, dapat mengatakan hal-hal yang mungkin membuat orang lain salah paham.

Lebih buruknya lagi, beberapa ungkapan dapat melukai perasaan seseorang. Jika kamu menyadari bahwa kamu sendiri yang mengatakan beberapa ungkapan tersebut, sekaranglah kesempatanmu untuk mencari tahu kalimat mana yang sebaiknya diperbaiki dalam berkomunikasi.

Yuk, temukan beberapa kalimat yang sering diucapkan orang dengan keterampilan sosial yang buruk!

Kamu Selalu…




Ilustrasi/Foto: Freepik
Ilustrasi/Foto: Freepik

Merangkum dari Hack Spirit, orang dengan keterampilan sosial yang buruk sering kali mengandalkan kalimat yang dimulai dengan “Kamu selalu…” atau “Kamu tidak pernah….” Ungkapan-ungkapan ini biasanya digunakan dengan cara menuduh, yang dapat membuat orang lain bersikap defensif. Pilihan kata yang salah ini juga dapat mengubah percakapan sederhana menjadi konfrontasi.

Sebagai contoh, alih-alih mengatakan “Kamu selalu datang terlambat”, katakanlah “Saat kamu bilang kamu akan tiba di sini jam 6 sore, tapi kamu datang jam 7 malam. Aku merasa tidak dihargai karena hal ini telah terjadi beberapa kali. Aku ingin tahu apa kamu dapat melakukan sesuatu mengenal hal ini?”

Jangan Terrsinggung, tapi…

Ilustrasi/Foto: Freepik/Master1305

Ungkapan “Jangan tersinggung, tapi…” adalah ungkapan umum yang sering dilontarkan dalam percakapan sehari-hari. Ironisnya, hal ini biasanya diikuti dengan pernyataan yang cenderung menimbulkan ketersinggungan.

Meskipun seseorang mungkin menggunakan kalimat ini dengan harapan positif, sering kali kalimat tersebut memiliki efek sebaliknya. Ketika orang-orang mendengar “Jangan tersinggung, tapi…” mereka cenderung mempersiapkan diri untuk pernyataan ofensif yang akan dilontarkan, sehingga dapat meningkatkan ketegangan.

Sebaliknya, pastikan untuk mengutarakan komentar dengan cara yang sopan dan penuh hormat, sehingga tidak memerlukan kalimat ini.

Ini Bukan Masalah Besar…

Ilustrasi/Foto: Freepik

Pernahkah kamu berada di situasi yang sulit dan berbagi cerita dengan temanmu? Bukannya menenangkan, temanmu justru memberikan tanggapan dengan mengatakan, “Ini bukan masalah besar…”

Meskipun temanmu mungkin mengucapkannya karena ingin mengurangi kekhawatiranmu, hal itu terkadang membuat kamu merasa bahwa perasaanmu tidak valid.

Ungkapan ini justru secara tidak sengaja dapat meremehkan perasaan atau pengalaman seseorang. Tidak peduli betapa sepelenya masalah tersebut bagimu, penting untuk diingat bahwa ini bisa menjadi masalah besar bagi orang lain.


Tapi Aku Hanya Berkata Jujur…

Ilustrasi/Foto: Freepik

Ada pepatah umum yang menyatakan, “Kejujuran adalah kebijakan terbaik.” Namun, terkadang, kejujuran yang brutal bisa lebih banyak membawa kerugian, lho, Beauties. Salah satu ungkapan yang sering digunakan untuk membenarkan kata-kata kasar atau kritik adalah “Tapi aku hanya berkata jujur….”

Dalam hal ini, perlu kamu ingat bahwa ada garis tipis antara bersikap jujur dan menyakiti hati. Kritik yang membangun adalah satu hal, tapi komentar yang blak blakan tanpa memperhatikan perasaan orang lain dapat merugikan.

Orang dengan keterampilan sosial yang buruk mungkin bersembunyi di balik ungkapan ini tanpa menyadari dampaknya. Sebaliknya, selalu pasangkan kejujuran dengan kebaikan dan rasa hormat. Ini bukan hanya tentang apa yang kita katakan, tapi juga bagaimana kita mengatakannya.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Mirafestivalberlin? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Mirafestivalberlin, Mirafestivalberlin.com. Caranya DAFTAR DI SINI!


(naq/naq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *