Life

5 Penulis Perempuan Indonesia Berbakat yang Karyanya Wajib Kamu Baca

×

5 Penulis Perempuan Indonesia Berbakat yang Karyanya Wajib Kamu Baca

Sebarkan artikel ini


Beauties, tahukah kamu bahwa setiap tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional? Ada banyak cara untuk memperingatinya, salah satunya ialah dengan membaca buku karya-karya penulis Indonesia

Ada berbagai bacaan menarik dengan berbagai genre yang menantimu, seperti karya-karya para sastrawan perempuan Indonesia di bawah ini. Yuk, mengenal mereka lebih dekat dengan karya-karyanya yang telah mendunia. 

1. Intan Paramaditha

Intan Paramaditha /Foto: Instagram.com/sihirperempuan

Intan Paramaditha merupakan seorang penulis dan dosen Kajian Media dan Film di Macquarie University, Australia. Buku pertamanya, Sihir Perempuan (2005), masuk ke dalam daftar Kusala Sastra Khatulistiwa di tahun yang sama dan diterjemahkan dalam Bahasa Inggris di tahun 2018 dengan judul Apple and Knife.

Intan sering mengusung unsur gothic dan feminisme ke dalam karya-karyanya. Selain Sihir Perempuan, kamu juga dapat menikmati novel Gentayangan: Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu (2017) dan yang terbaru berjudul Malam Seribu Jahanam (2023). Mengutip situs pribadinya, novel Gentayangan pernah mendapatkan penghargaan Karya Fiksi Terbaik Tempo 2017.

Nggak hanya itu saja, ia juga mengelola Sekolah Pemikiran Perempuan sebagai sumber pertukaran pengetahuan melalui kelas dan lokakarya yang diinisiasi oleh perempuan untuk perempuan. Penulis yang kini tinggal di Australia itu juga sering menjadi pembicara dalam sebuah forum akademik maupun kepenulisan kreatif. 

2. Okky Madasari

Okky Madasari /Foto: Instagram.com/okkymadasari

Perempuan berhak menyampaikan kritik sosial dan politiknya melalui berbagai media seperti buku. Itu yang dilakukan oleh Okky Madasari dengan novel-novelnya seperti Entrok (2010), 86 (2011), Maryam (2012), Pasung Jiwa (2013), dan masih banyak lagi.

Selain menjadi penulis, perempuan asal Magetan ini juga sering menjadi pembicara, mengelola sebuah media dan lokakarya kepenulisan. Mengutip situs resminya, Okky baru saja mendapatkan gelar PhD dari National University of Singapore di tahun 2024. Inspiratif banget! 

3. Laksmi Pamuntjak

Laksmi Pamuntjak /Foto: Laksmi Pamuntjak via detikcom

Pernah menonton film Aruna dan Lidahnya di Netflix? Film itu diadaptasi dari sebuah novel berjudul sama yang ditulis oleh Laksmi Pamuntjak. 

Sastrawan perempuan itu sering membahas isu-isu perempuan melalui cerita-cerita yang menarik dan kompleks. Beberapa karyanya yang wajib kamu baca seperti Amba (2012), Aruna dan Lidahnya (2014), dan kumcer Kitab Kawin (2020). 

Melansir detikcom, salah satu novelnya berjudul Fall Baby (2019) diterbitkan oleh penerbit buku bergengsi bernama Penguin Random House SEA. Novel tersebut merupakan sekuel dari novel Amba

4. Leila S Chudori

Leila Chudori /Foto: Instagram.com/leilachudori

Selanjutnya ada Leila S Chudori yang nggak hanya seorang novelis, melainkan juga seorang jurnalis, penulis cerpen dan juga naskah. Ia telah banyak menerbitkan cerpen di berbagai majalah, buku kumpulan cerpen, serta novel di penerbit buku besar di Indonesia. 

Beberapa karyanya yang paling terkenal seperti Malam Terakhir (1989), Pulang (2012), dan Laut Bercerita (2017). Dua novelnya, Pulang dan Laut Bercerita, telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, salah satunya Bahasa Inggris. Ia baru saja menerbitkan buku Namaku Alam yang merupakan spin-off dari novel Pulang pada tahun 2023 lalu.


5. Dee Lestari

Dee Lestari /Foto: Instagram.com/deelestari

Mungkin kamu familiar dengan nama penulis perempuan Indonesia ini, Dee Lestari. Bernama asli Dewi Lestari Simangunsong, ia telah banyak menerbitkan novel populernya seperti enam seri Supernova (2001-2016), Perahu Kertas (2003), Filosofi Kopi (2006), Aroma Karsa (2018), tiga seri Rapijali (2021), dan masih banyak lagi. 

Penulis asal Bandung ini terkenal memiliki alur cerita yang menarik dengan karakter-karakternya yang terasa hidup. Serta, nggak sedikit karyanya yang telah diangkat ke layar lebar. 

Kelima penulis perempuan di atas membuktikan bahwa perempuan dapat berkarya dan menyampaikan pendapatnya melalui berbagai media. Selamat Hari Buku Nasional dan mari memajukan ekosistem perbukuan di Tanah Air dengan cara tidak membeli buku bajakan.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Mirafestivalberlin? Yuk gabung ke komunitas pembaca Mirafestivalberlin, Mirafestivalberlin.com. Caranya DAFTAR DI SINI!


(naq/naq)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *