Life

5 Tempat Wisata di Asia yang Wajib Dikunjungi Pencinta Parfum

×

5 Tempat Wisata di Asia yang Wajib Dikunjungi Pencinta Parfum

Sebarkan artikel ini


Jika kamu seorang pencinta parfum, kamu pasti akan sangat senang mengunjungi tempat-tempat yang memiliki sejarah panjang terkait wewangian. Bepergian ke tempat-tempat ini tidak hanya memanjakan indra penglihatan kamu, tapi juga memanjakan indra penciuman kamu.

Tempat-tempat ini tidak hanya cocok bagi kamu yang menyukai wewangian, tapi juga cocok bagi mereka yang ingin menjelajahi warisan menarik di balik pembuatan parfum. Berikut rekomendasi 5 tempat wisata di Asia yang wajib dikunjungi oleh kamu si pencinta parfum seperti yang telah dilansir dari Tatler Asia.

1. Kannauj, India




Ragam destinasi wisata Asia yang wajib dikunjungi oleh perfume lovers
Kannauj/Foto: Dok. Yatra

Dikenal sebagai perfume city of India, Kannauj, sebuah kota kecil di negara bagian utara Uttar Pradesh, terkenal dengan produksi attar atau parfum berbahan dasar minyak yang dibuat dengan memurnikan bunga, herba, rempah-rempah, dan tumbuhan lainnya melalui air atau penyulingan uap. Ini adalah teknik dengan tradisi kaya yang sudah ada sejak lebih dari 60 ribu tahun yang lalu, tapi perlahan-lahan mulai ditinggalkan karena prosesnya yang cukup rumit.

Namun, beberapa merek lokal India seperti Boond dan Kastoor merevitalisasi seni kuno ini dalam produk mereka. Kamu bisa mengunjungi kota ini sepanjang tahun dan sebagian besar operator wisata lokal memasukkan kunjungan ke toko wewangian dalam rencana perjalanan mereka.

2. Luang Prabang, Laos

Luang Prabang/Foto: Dok. world Nomads

Luang Prabang, Laos, yang merupakan salah satu pilihan utama untuk tujuan wisata santai di Asia sering diabaikan dalam peta wewangian dunia. Faktanya, kota ini serta wilayah sekitarnya adalah produsen utama benzoin atau kemenyan dalam pembuatan parfum yang diperoleh dari kulit pohon styrax yang merupakan tanaman asli wilayah ini.

Berbagai parfum, termasuk Plum Japonais karya Tom Ford dan Amber Garden karya Alexander McQueen mengandung benzoin yang bersumber dari Laos. Bahan ini juga digunakan dalam industri pembuatan dupa, farmakologi, dan kosmetik.

Saat mengunjungi Luang Prabang, kamu bisa berjalan-jalan melalui pasar tradisional kota yang menjual parfum lokal, serta barang-barang aromatik lainnya seperti bunga segar, jajanan kaki lima yang semarak, dan banyak lagi.

3. Isparta, Turki
ISPARTA, TURKEY - JUNE 01: Employees load roses into a distiller during the start of the annual rose harvest at the Gulsha Cosmetics production facility on June 1, 2021 in Isparta, Turkey. Isparta, known as the

Isparta, Turki/Foto: Getty Images/Chris McGrath

Isparta, sebuah kota indah yang terkenal dengan mawar damask yang indah dan aromatik yang diperkenalkan ke wilayah tersebut dari Bulgaria pada tahun 1870-an. Kelopak bunga mawar damask dipetik saat pagi dan disuling pada hari yang sama, sehingga dibutuhkan beberapa ribu kilogram bunga untuk menghasilkan satu liter minyak mawar.

Minyak ini digunakan dalam berbagai produk kesehatan dan kecantikan yang mengandung mawar seperti Lancôme. Kamu yang berencana mengunjungi Turki di musim panas harus mengunjungi Isparta dari pertengahan Mei hingga minggu pertama bulan Juni saat Rose Harvest Festival biasanya berlangsung.


4. Dhofar, Oman




Ragam destinasi wisata Asia yang wajib dikunjungi oleh perfume lovers
Dhofar/Foto: Dok. Medium

Wilayah Dhofar terhubung dengan perdagangan kemenyan yang terkenal. Terdiri dari resin aromatik pohon boswellia sacra yang berasal dari Semenanjung Arab dan Afrika timur laut, bahan berharga ini diperkirakan telah membentuk jalur perdagangan dupa kuno.

Jika kamu mengunjungi Dhofar, kamu bisa melakukan perjalanan ke lokasi-lokasi penting seperti Wadi Dawkah, taman alam yang telah dinyatakan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO, untuk melihat pohon kemenyan kuno, menyaksikan proses penyulingan, dan membenamkan diri dalam aroma hangat yang dimilikinya.

5. Pulau Awaji, Jepang

Pulau Awaji/Foto: Dok. Japan Cheapo

Pulau Awaji disebut sebagai tempat lahirnya dupa gaya Jepang. Menurut cerita rakyat, pada tahun 595 M, sebatang kayu gaharu yang terdampar di tepi pulau ketika dibakar akan mengeluarkan aroma harum yang bahkan membuat kaisar sendiri terkesan. Maka dimulailah budaya dupa di Jepang yang seiring dengan masuknya agama Buddha ke negara tersebut membuat pembakaran dupa menjadi ritual keagamaan.

Pembuat dupa Jepang lebih menyukai dupa tanpa batang bambu sebagai penyangga. Saat ini, pengrajin terampil yang dikenal sebagai koh-shi (yang berarti ahli wewangian) melestarikan bentuk kerajinan ini di Pulau Awaji. Merek gaya hidup ternama seperti Hibi dan Hako juga membuat produk dupanya di sini. Banyak perusahaan di pulau ini seperti Parchez House of Scents, menawarkan tur serta lokakarya dupa dan parfum yang harus di-booking lebih dulu.

Itulah beberapa rekomendasi tempat wisata di Asia yang cocok untuk para pencinta parfum. Tidak hanya bersenang-senang, kamu juga akan belajar tentang tradisi, cerita, dan keterampilan yang telah diwariskan selama berabad-abad sambil memanjakan indra penciuman kamu dengan aroma yang luar biasa.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Mirafestivalberlin? Yuk gabung ke komunitas pembaca Mirafestivalberlin, Mirafestivalberlin.com. Caranya DAFTAR DI SINI!


(naq/naq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *