Life

Dijadikan Nama Universitas Besar di Indonesia, Siapa Itu Gajah Mada pada Nama UGM?

×

Dijadikan Nama Universitas Besar di Indonesia, Siapa Itu Gajah Mada pada Nama UGM?

Sebarkan artikel ini


Universitas Gadjah Mada menjadi salah satu dalam daftar Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik yang ada di Indonesia. 

Bukan rahasia lagi, jika masuk dan mengenyam pendidikan di kampus ternama ini adalah hal yang tak mudah. Calon mahasiswa perlu berjuang dan bersaing dengan puluhan ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia. 

Namun, di samping kampus UGM yang menjadi favorit ini, tahukah Beauties tentang siapa sosok Gajah Mada yang dijadikan nama Universitas besar ini?

Mengenal Gajah Mada yang Ada pada Nama UGM
Relief di Pendapa Agung Trowulan yang menceritakan momen Gajah Mada mengikrarkan Sumlah Palapa di hadapan Ratu Tribhuwana Tunggadewi dan para menteri Majapahit tahun 1331 masehi. Saat itu, Gajah Mada baru diangkat menjadi Mahapatih Majapahit

Foto: Enggran Eko Budianto

Biasanya, sebuah PTN di tiap provinsi menyematkan kata “negeri” dan nama wilayahnya. Namun, alih-alih menyematkan “Jogja” atau “Yogyakarta” dalam nama universitasnya, UGM menggunakan “Gadjah Mada”. 

Gadjah Mada yang selanjutnya ditulis Gajah Mada, ternyata awalnya bukan nama dari kampus ternama ini. Saat awal didirikan sebagai perguruan tinggi swasta, kampus yang ada di wilayah Bulak Sumur, Sleman ini memiliki nama Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada (BPTGM). 

BPTGM didirikan tepat satu tahun setelah kemerdekaan Indonesia, yakni pada 17 Februari 1946. Setelah itu, secara berangsur-angsur dalam kurun waktu 2 tahun, antara tahun 1946-1948, pemerintah Indonesia mengungsi ke Yogyakarta dan mendirikan beberapa perguruan tinggi, sejumlah delapan lembaga. 

Delapan lembaga tersebar di wilayah Yogyakarta, Klaten, hingga Solo. Lalu, kedelapan lembaga digabung menjadi sebuah universitas dengan nama “Universiteit Negeri Gadjah Mada”. Penggabungan ini disahkan melalui peraturan Pemerintah No. 23 tanggal 16 Desember 1949.



Nah, Gajah Mada yang disematkan dalam nama UGM ini ternyata tokoh penting. Dikutip dari buku “Gajah Mada, kisah cinta & kisah penakluk-penakluknya” oleh Sri Wintala Achmad, Gajah Mada adalah seorang Mahapatih Amangkubhumi kerajaan Majapahit. Jabatan ini adalah yang tertinggi kedua setelah raja. 

Gajah Mada lahir pada tahun 1229. Ia diketahui mulai mengabdi pada Kerajaan Majapahit saat berusia 23 tahun, pada 1313 M. 

Lebih lengkap tentang kisah kehidupan Gajah Mada, baca selengkapnya di sini. 

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Mirafestivalberlin? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Mirafestivalberlin, Mirafestivalberlin.com. Caranya DAFTAR DI SINI!


(ria/ria)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *