Life

Jangan Lakukan 8 Bahasa Tubuh Ini Saat Berkenalan dengan Orang Baru, Pahami Artinya Yuk!

×

Jangan Lakukan 8 Bahasa Tubuh Ini Saat Berkenalan dengan Orang Baru, Pahami Artinya Yuk!

Sebarkan artikel ini


Meski tidak terucap melalui kata, bahasa tubuh dapat menunjukkan informasi tentang bagaimana perasaan dan pikiran kita saat itu juga. Setiap gerakan fisik yang kita lakukan secara sadar dan tidak sadar dapat diartikan dengan mudah oleh orang yang melihatnya. Karena itu, kita harus berhati-hati dalam melakukan pergerakan saat sedang berbincang dengan orang lain.

Banyak orang tidak menyadari bahasa tubuh yang dilakukan saat sedang berbincang dengan orang lain. Padahal, sedikit saja kita melakukan pergerakan akan menimbulkan prasangka bagi orang yang melihatnya.

Agar kita tidak melakukan pergerakan yang salah, mari kita baca bahasa tubuh apa saja yang tidak boleh dilakukan saat berkenalan dengan orang baru berikut ini.

1. Terus Menggenggam Sesuatu

Ilustrasi terus menggenggam sesuatu/Foto: pexels.com/zenzazione

Berpegangan, memegang, atau menggenggam sesuatu saat sedang berbincang dengan orang lain menunjukkan bahwa kita orang yang kurang percaya diri, malu, dan juga merupakan sebuah isyarat pertahanan diri.

Saat sedang berbicara dengan orang baru, jangan sampai kita menunjukkan sisi lemah atau celah pada diri kita. Bebaskan gaya tubuhmu dan jangan bersikap seolah-olah kamu orang yang penakut dan pemalu.

2. Bermain Kuku Jari

Kebiasaan memainkan atau memeriksa kuku jari merupakan hal yang kurang enak dipandang. Terlebih saat kamu sedang berbincang dengan orang yang sedang berhadapan denganmu.

Kebiasaan ini dapat diartikan bahwa kamu bosan dengan sebuah pertemuan, tidak nyaman, atau ingin segera mengakhiri sebuah obrolan.

3. Memegang Dagu

Ilustrasi memegang dagu/Foto: pexels.com/olly

Memegang dagu, terlebih jika kita sampai memainkan dagu saat berbincang dengan orang lain, bisa diartikan bahwa kita sedang menghakimi atau berpikir untuk membantah omongan orang tersebut. Mungkin hal ini terkesan biasa saja bagi diri kita, tetapi orang lain akan merasa tidak nyaman dan merasa dirinya ancaman untuk kita.

4. Memicingkan Mata

Jika kamu ingin orang yang ada di depanmu selalu nyaman berbincang panjang lebar denganmu, jangan sampai kamu memicingkan atau mengejutkan kelopak mata. Ekspresi bisa diartikan sebagai tanda tidak setuju, menganggap orang lain aneh, hingga sebuah tanda marah. Beberapa orang mungkin akan membuat refleks ini tanpa disadari. Karena kamu sudah mengetahuinya sekarang, jangan sampai membuat ekspresi ini, ya.

5. Terlalu Dekat

Ilustrasi perbincangan jarak dekat/Foto: pexels.com/mentalhealthamerica

Ada orang yang bisa nyaman berdekatan dengan orang asing, ada pula orang yang suka berjaga jarak saat berbincang pada orang asing atau yang sudah dikenalnya. Saat pertama kali bertemu, buatlah jarak berdiri atau duduk setidaknya selebar 4 langkah kaki.

Dengan jarak ini, orang lain bisa leluasa bergerak, menatap mata, dan berbincang dengan lebih nyaman.

6. Sering Melihat ke Bawah

Dalam sebuah pertemuan, kontak mata sangat penting dilakukan. Berbincang tanpa melakukan kontak mata hanya akan membuat orang lain tersinggung, tidak nyaman, dan menganggap kita orang yang tidak percaya diri.

Terlebih jika kita sering melihat ke bawah, tentu saja kita akan dianggap sebagai orang yang tidak nyaman berbicara dengan orang lain, penakut, pemalu, dan anggapan buruk lainnya.


7. Membuat Senyum Palsu

Ilustrasi menggaruk kepala saat berbincang/Foto: pexels.com/cottonbro

Tidak ada orang yang nyaman dengan sebuah kepalsuan, termasuk senyum palsu. Senyum palsu hanya melibatkan area bibir saja. Sedangkan senyum yang tulus tentu disertai dengan kerutan sisi mata dan mengubah seluruh ekspresi wajah.

Jangan memaksakan diri untuk tersenyum jika memang kamu tidak menginginkannya, cukup dengan tanggapan yang positif saja orang akan menilai bahwa kamu orang yang menyenangkan untuk diajak berbicara.

8. Menggaruk Leher dan Area Kepala

Ada indikasi kebohongan saat kamu berbicara sambil menggaruk leher atau area kepala. Tindakan ini bisa diartikan sebagai cara untuk menutupi sebuah kebohongan yang keluar dari mulutmu.

Selain itu, hal ini juga mencerminkan tanda keraguan dan ketidakpastian akan apa yang kamu ungkapkan. Karena itu, hindari menggaruk area kepala agar orang lain menilai dirimu sebagai orang yang tegas dan meyakinkan.

Kedelapan tanda di atas sering kali terjadi saat kita sedang berbincang dengan orang lain. Bahasa tubuh tersebut memang tampak sepele, tetapi memiliki makna yang dalam. Karena itu, sebisa mungkin hindari kebiasaan buruk tersebut jika kamu tidak ingin dianggap sebagai orang yang buruk sejak pertama kali bertemu.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Mirafestivalberlin? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Mirafestivalberlin, Mirafestivalberlin.com. Caranya DAFTAR DI SINI!


(ria/ria)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *