Life

Mengenal BDS Movement, Gerakan Global untuk Dukung Palestina dengan Boikot Perusahaan Pro Israel

×

Mengenal BDS Movement, Gerakan Global untuk Dukung Palestina dengan Boikot Perusahaan Pro Israel

Sebarkan artikel ini


Sejak serangan 7 Oktober 2023 yang dilancarkan Israel secara keji dan brutal terhadap Palestina, banyak masyarakat di berbagai negara yang memberikan dukungannya untuk Palestina. Beberapa dukungan yang diberikan, seperti melakukan aksi bela Palestina, berdonasi, hingga melakukan boikot terhadap perusahaan-perusahaan yang terafiliasi maupun mendukung Israel.

Bahkan dari beberapa dukungan tersebut ada dukungan yang termasuk ke dalam BDS Movement atau yang juga dikenal sebagai Gerakan BDS (Boycott, Divestment, and Sanctions). BDS Movement sendiri telah menjadi gerakan global yang tengah populer dan menggema di berbagai negara hingga saat ini.




Mengenal BDS Movement
Mengenal BDS Movement/Foto: dok. Palestine Chronicle via Activestills.org

Sejak diluncurkan pada tahun 2005, BDS Movement terus konsisten dalam menjunjung tinggi prinsip sederhana bahwa warga Palestina berhak atas hak yang sama seperti umat manusia lainnya. Pasalnya, sebagaimana yang Beauties tahu, Israel telah menduduki dan menjajah tanah Palestina sejak lama, melakukan diskriminasi terhadap warga Palestina, dan menolak hak pengungsi Palestina untuk bisa kembali ke rumah mereka.

Oleh karena itu, gerakan global untuk Palestina ini lahir dan sejak berdirinya, BDS Movement telah memberikan dampak besar serta secara efektif menentang dukungan internasional terhadap apartheid Israel dan kolonialisme pemukim.

Berikut seputar BDS Movement, gerakan global untuk mendukung Palestina yang perlu kamu tahu termasuk dengan tujuan dan gerakannya. Yuk, simak!

Apa Itu BDS Movement?

Apa itu BDS Movement?/Foto: dok. Freedom Socialist Party

Sejak tahun 1948, Israel telah mengabaikan hak-hak dasar warga Palestina dan menolak mematuhi hukum internasional. Israel terus mempertahankan rezim kolonialisme pemukim, apartheid dan pendudukan atas rakyat Palestina.

Hingga pada tahun 2005, organisasi masyarakat sipil Palestina atau yang dikenal dengan Komite Nasional BDS Palestina (BNC) membentuk BDS Movement sebagai gerakan global nonkekerasan untuk menghentikan ketidakadilan yang dilakukan Israel dan menyerukan tanggapan solidaritas warga global terhadap perjuangan Palestina untuk kebebasan, keadilan dan kesetaraan, sebagaimana yang dilansir dari situs resmi BDS Movement.

Lebih lanjut, BDS Movement juga berfokus pada memperjuangkan hak asasi manusia antirasis yang inklusif dan memiliki prinsip untuk menentang segala bentuk diskriminasi, termasuk antisemitisme dan Islamofobia.

[Gambas:Instagram]

Gerakan ini diluncurkan oleh 170 serikat pekerja Palestina, jaringan pengungsi, organisasi perempuan, asosiasi profesional, komite perlawanan rakyat dan badan masyarakat sipil Palestina lainnya.

Lebih lanjut, BDS Movement juga didukung oleh serikat pekerja, gereja, LSM, dan gerakan yang mewakili jutaan orang di setiap benua. Bahkan kelompok Yahudi progresif juga memainkan peran penting dalam gerakan ini.

Beberapa tokoh masyarakat dunia, seperti Uskup Agung Desmond Tutu, Naomi Klein, Roger Waters, Angela Davis dan Judith Butler pun ikut serta dalam mendukung Gerakan BDS.

Apa Tujuan BDS Movement?

Apa tujuan BDS Movement?/Foto: Axios/Samuel Robinson

BDS Movement dibentuk dengan tujuan untuk mengakhiri dukungan internasional terhadap pelanggaran Israel agar Israel mematuhi hukum internasional dan mendesak perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Israel untuk segera mengakhiri keterikatannya melalui Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) sebagai bentuk tekanan tanpa kekerasan terhadap Israel.

Melalui Gerakan BDS tersebut diharapkan agar perusahaan, institusi, dan pemerintahan bisa mengubah kebijakan mereka. Sehingga ketika perusahaan, institusi, maupun pemerintahan yang mendukung Israel terisolasi maka Israel akan semakin sulit mendapatkan bantuan untuk menindas warga Palestina.

Meskipun dalam hal ini, BDS Movement mungkin tidak serta-merta langsung bisa mengakhiri rezim apartheid Israel, tetapi setidaknya dengan adanya Gerakan BDS, kita bisa membantu Palestina dalam beberapa hal berikut.

  • Mendorong kesadaran global terhadap ketidakadilan yang dihadapi Palestina.
  • Menyatukan masyarakat di seluruh dunia dalam solidaritas kemanusiaan untuk bersedia mengambil tindakan tegas dan mengharapkan pemerintah melakukan hal yang sama.
  • Menunjukkan bahwa kekuatan BDS itu nyata, khususnya dari segi ekonomi, yang mana bisa melemahkan perekonomian Israel maupun pendukungnya sehingga bagi mereka yang ingin mendukung kembali akan berpikir dua kali jika tidak ingin terkena imbas negatifnya.

Sementara itu, gerakan ini sebelumnya terinspirasi oleh gerakan antiapartheid di Afrika Selatan dan memiliki tiga tuntutan yang harus dipenuhi Israel. Berikut isi tuntutannya.

Mengakhiri Pendudukan dan Kolonisasi Seluruh Tanah Arab dan Membongkar Tembok

Hukum internasional mengakui Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur, Gaza dan Dataran Tinggi Golan Suriah sebagai wilayah yang diduduki Israel. Sebagai bagian dari pendudukan militernya, Israel mencuri tanah dan memaksa warga Palestina masuk ke ghetto, dikelilingi oleh pos pemeriksaan, pemukiman dan menara pengawas serta Tembok apartheid ilegal.

[Gambas:Instagram]

Israel telah memberlakukan pengepungan abad pertengahan di Gaza, mengubahnya menjadi penjara terbuka terbesar di dunia. Israel juga secara teratur melakukan serangan besar-besaran di Gaza yang dikutuk secara luas sebagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Oleh karena itu, BDS Movement berusaha untuk menarik kehadiran militer dan pendudukan Israel di Yerusalem Timur, Gaza dan Dataran Tinggi Golan di Suriah.

Mengakui Hak-hak Dasar Warga Negara Arab-Palestina di Israel atas Kesetaraan Penuh

Seperlima warga Israel adalah warga Palestina yang tetap berada dalam garis gencatan senjata setelah tahun 1948. Mereka mengalami sistem diskriminasi rasial yang tercantum dalam lebih dari 50 undang-undang yang berdampak pada setiap aspek kehidupan mereka. Pemerintah Israel terus melakukan pengusiran paksa komunitas Palestina di Israel dari tanah mereka.

[Gambas:Instagram]

Para pemimpin Israel secara rutin dan terbuka menghasut kekerasan rasial terhadap mereka. Oleh karena itu, BDS Movement mendesak Israel untuk memberikan persamaan hak kepada warga Arab-Palestina yang tinggal di Israel. Hal ini tentunya memerlukan pencabutan undang-undang yang secara tidak adil menargetkan dan membatasi warga Palestina.

Menghormati, Melindungi dan Memajukan Hak Pengungsi Palestina untuk Kembali ke Rumah dan Harta Bendanya Sebagaimana yang Diatur dalam Resolusi PBB 194

Sejak pendiriannya yang penuh kekerasan pada tahun 1948 melalui pembersihan etnis atau genosida terhadap lebih dari separuh penduduk asli Palestina, Israel telah berupaya untuk menguasai sebanyak mungkin tanah dan mencabut sebanyak mungkin warga Palestina. Akibat perpindahan paksa yang sistematis ini, kini terdapat lebih dari 7,25 juta pengungsi Palestina.

Mereka tidak diberi hak untuk kembali ke rumah mereka hanya karena mereka bukan orang Yahudi. Oleh karena itu, BDS Movement mendesak Israel agar para pengungsi Palestina bisa kembali ke rumah dan tanah air yang terpaksa mereka tinggalkan sejak tahun 1948 dan seterusnya. Hal ini dikenal sebagai ‘hak untuk kembali’ dan telah dilindungi oleh hukum hak asasi manusia internasional.


Gerakan BDS

Gerakan BDS/Foto: dok. Reut Group

Melalui situs resminya, BDS Movement menyebutkan tiga bentuk gerakan mereka, yakni Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS). Gerakan boikot melibatkan seruan untuk tidak berinteraksi maupun membeli produk dan mendukung perusahaan yang terafiliasi dalam pelanggaran HAM yang dilakukan Israel di Palestina.

Sementara itu, divestasi atau yang juga disebut sebagai penarikan investasi adalah gerakan untuk mendesak bank, perusahaan manufaktur, produsen senjata, hingga lembaga akademis untuk menarik investasi mereka ke Israel dan perusahaan yang terafiliasi dengan Israel.

[Gambas:Instagram]

Adapun gerakan sanksi bertujuan untuk menekan pemerintah agar memenuhi kewajiban hukum mereka dalam mengakhiri apartheid Israel, bukan justru membantu atau mendukung mereka.

Caranya dengan melarang bisnis di pemukiman ilegal Israel, mengakhiri perdagangan militer dan perjanjian perdagangan bebas, serta menangguhkan keanggotaan Israel di forum internasional, seperti badan-badan PBB dan FIFA. Langkah ini diambil sebagai bentuk tekanan politis agar tindakan penindasan terhadap Palestina segera dihentikan.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Mirafestivalberlin? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Mirafestivalberlin, Mirafestivalberlin.com. Caranya DAFTAR DI SINI!


(naq/naq)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *