Life

Mengenal Pulau Pasir, Letaknya Lebih Dekat ke Indonesia Tapi Milik Australia

×

Mengenal Pulau Pasir, Letaknya Lebih Dekat ke Indonesia Tapi Milik Australia

Sebarkan artikel ini


Banyak orang yang mungkin masih asing dengan keberadaan pulau satu ini. Pulau Pasir atau lebih dikenal dengan Ashmore Reef oleh masyarakat Australia, sempat menjadi perbincangan hangat terkait status kepemilikannya yang diperebutkan oleh dua negara, yakni Indonesia dan Australia.

Meski lokasinya lebih dekat dengan Indonesia, tapi nyatanya Pulau Pasir memanglah milik Australia. Bahkan, seorang ahli hukum internasional menegaskan bahwa pulau kecil ini tidak pernah masuk dalam wilayah NKRI atau Indonesia.

Lantas, seperti apa fakta Pulau Pasir sebenarnya? Daripada dilanda rasa penasaran, berikut beberapa fakta menarik yang ada di Pulau Pasir yang dilansir dari CNN Indonesia.

Fakta Pulau Pasir…

Fakta Pulau Pasir/ Foto: alexisbrown99.com

Pulau Pasir terdiri dari beberapa pulau kecil di sampingnya, seperti Pulau Barat, Tengah dan Timur Ashmore Reef. Australia sendiri menyebut pulau ini sebagai Kepulauan Ashmore dan Cartier yang tidak berpenghuni. Pulau-pulau kecil itu tersusun secara alami dari karang dan pasir dengan sedikit pohon hijau

Menariknya, pulau ini memiliki jarak yang sangat dekat dengan Indonesia dibandingkan dengan Australia. Jaraknya hanya sekitar 170 km dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), sedangkan berjarak 320 km dari lepas pantai barat laut Australia.

Luas pulau ini hanya sekitar 167 km persegi dengan berbentuk karang dan laguna, serta seluas 114,4 meter persegi berbentuk dataran kering.

Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati/ Foto: Crusing the Edge/Robin Jeffries

Kawasan pulau ini mempunyai keanekaragaman spesies dan habitat yang melimpah dengan 14 jenis ular laut, 433 jenis moluska, 70 jenis ikan yang teridentifikasi di daerah tersebut, serta 255 jenis terumbu karang.

Di pulau ini juga menjadi area bertelur para penyu dan populasi burung yang berimigrasi. Beberapa jenis burung laut tersebut diantaranya burung laut jambul, burung tropis ekor putih, dan burung frigate. Binatang seperti dugong, berbagai cetacion, dan hiu paus kerap terlihat di sekitar pulau ini.

Salah satu gugus Pulau Pasir yang disebut sebagai Pulau Cartier memiliki ekosistem yang unik. Jenis terumbu karang di sekitarnya sangat beragam termasuk 547 spesies ikan yang teridentifikasi dan mewakili sekitar 16% dari spesies ikan Australia.

Sementara itu, jenis tumbuhan yang hidup di Pulau Pasir sebagian besar berupa semak belukar dan herba, dengan pertumbuhan yang subur selama musim hujan.


Minyak dan Gas

Minyak dan gas Pulau Pasir/ Foto: Conor Ashleigh/Schmidt Ocean Institute

Pulau Pasir diketahui memiliki cadangan minyak dan gas alam yang melimpah, bahkan mencapai lima juta barel. Eksplorasi minyak dan gas juga ditemukan di kawasan itu.

Oleh karena itu, pada September 2022, Yayasan Peduli Timur Barat (YPTB) bersama Australian Jubilee Research Centre mendesak Australia untuk menghentikan pengeboran minyak dan gas di perairan Pulau Pasir.

Salah satu alasannya karena mereka khawatir peristiwa tahun 2009 silam terulang kembali, yaitu ketika satu kilang minyak Montara meledak dan memusnahkan ratusan hektare rumput laut para nelayan.

Terdapat Situs Ramsar di Pulau Pasir

Situs Ramsar/ Foto: ecosystem-guides.com

Di pulau ini terdapat Situs Ramsar yang merupakan tempat perjanjian konservasi lahan basah internasional. Nama tersebut terinspirasi dari tempat dimana perjanjian tersebut diselenggarakan, yakni di Iran pada Februari 1971 silam.

Situs Ramsar sendiri terletak di dalam Ashmore Reef Marine Park. Taman Laut Australia lainnya dengan situs Ramsar di sekitarnya adalah Taman Laut Pantai Eighty Mile dan Taman Laut Teluk Roebuck.

Tempat Memancing yang Mempesona

Tempat memancing yang memesona/ Foto: Tripadvisor/Nomad Sportfishing Adventures

Keunikan lainnya, wisatawan yang berkunjung ke Pulau Pasir bisa bebas melakukan kegiatan memancing di wilayah tersebut.

Aktifitas memancing boleh dilakukan selama wisatawan berada di area rekreasi yang diizinkan. Hal ini lantaran, ada beberapa spesies ikan dan hewan laut lainnya yang masih dilindungi dan tidak diperbolehkan untuk ditangkap.

Nelayan Indonesia juga sering mengunjungi Pulau Cartier dan sekitarnya. Nelayan biasa memancing ikan, mengumpulkan telur burung, tiram, teripang, kerang, kura-kura hingga telurnya. Semua itu dikumpulkan untuk dijual di pasar Asia ataupun dikonsumsi pribadi.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Mirafestivalberlin? Yuk gabung ke komunitas pembaca Mirafestivalberlin Mirafestivalberlin.com. Caranya DAFTAR DI SINI!


(ria/ria)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *