Life

Menurut Pakar, Ini Topik yang Tidak Seharusnya Diobrolin Lewat Chat! Kenapa?

×

Menurut Pakar, Ini Topik yang Tidak Seharusnya Diobrolin Lewat Chat! Kenapa?

Sebarkan artikel ini


Bertukar pesan melalui SMS atau chat di aplikasi adalah hal yang lumrah dilakukan saat ini. Berkat kecanggihan teknologi, bertukar informasi dan berkomunikasi dengan orang-orang menjadi lebih mudah.

Namun, etiket seputar apa saja topik yang bisa dibicarakan lewat SMS atau chat mungkin menjadi tidak jelas. Ya, tidak semua topik bisa diobrolkan lewat chat atau SMS, Beauties. Sebab, bisa jadi malah menimbulkan salah paham dan merusak hubungan yang telah dibangun.

Kira-kira, topik apakah itu?

Topik yang Tidak Seharusnya Diobrolin Lewat Chat atau Pesan Teks
Tidak ada yang lebih baik dari beristirahat dahulu ketika perasaan dengki muncul terhadap orang-orang di media sosial.

Ilustrasi/Foto:Freepik.com/Thankayij-12

Menurut Daniel Post Senning, rekan penulis buu Etiket Emily Post: Edisi Centennial, ada satu aturan dalam mengobrol lewat chat atau SMS yang perlu dipahami, tidak peduli berapa pun usia seseorang, sebagaimana dilansir dari CNBC Make It.

Dia mengatakan bahwa untuk percakapan apa pun yang mungkin ‘memanas’ atau serius, yang terbaik adalah berbicara langsung. Dengan begitu, kamu bisa menggunakan semua “alat emosional” kamu seperti nada suara, bahasa tubuh, dan seberapa keras kamu berbicara.

Hal-hal ini tidak dapat ditangkap dalam pesan teks dan dapat sepenuhnya mengubah cara pesan kamu dipahami oleh orang lain.


Kabar Buruk dan Baik Disarankan Dikomunikasikan Lewat Telepon
Deretan sopan santun chat dan telepon/Foto: Pexels/Amina Filkins

Ilustrasi/Foto: Pexels/Amina Filkins

Tidak semua topik percakapan bisa disampaikan melalui pesan teks. Misal, ketika kamu memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan pasangan. Jika tidak bisa bertemu langsung, lebih baik ungkapkan lewat panggilan telepon alih-alih pesan singkat.

Cara mudah untuk mengetahui apakah topik itu bisa dikomunikasikan lewat pesan teks atau tidak adalah dengan melihat panjang paragraf yang kamu tulis.

“Jika Anda mendapati diri Anda menulis paragraf panjang melalui teks, mungkin berikan diri Anda kesempatan untuk bertanya kepada orang lain kapan waktu yang tepat untuk menelepon,” kata Senning.

Secara umum, teks harus bersifat informatif. “Mereka harus digunakan untuk siapa, apa, kapan, dan di mana,” kata Senning. “Jangan menelepon saya untuk memberi tahu saya alamat pestanya. Kirimkan saja pesan [terkait alamat].”

Bagaimana menurutmu, Beauties?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Mirafestivalberlin? Yuk gabung ke komunitas pembaca Mirafestivalberlin, Mirafestivalberlin.com. Caranya DAFTAR DI SINI!


(naq/naq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *