Life

Sederet Budaya Pernikahan dari Berbagai Negara, Unik dan Meriah!

×

Sederet Budaya Pernikahan dari Berbagai Negara, Unik dan Meriah!

Sebarkan artikel ini


Pernikahan adalah momen sakral yang dirayakan di seluruh dunia dengan beragam tradisi dan adat istiadat yang unik dan meriah. Setiap negara memiliki cara tersendiri untuk mengabadikan ikatan suci ini, mulai dari ritual yang penuh makna hingga perayaan yang megah dan meriah.

Dari prosesi zaffe yang semarak di Lebanon hingga upacara Mehendi yang penuh warna di India, tradisi-tradisi pernikahan ini tidak hanya mencerminkan kekayaan budaya masing-masing tetapi juga memperkuat tali persaudaraan dan nilai-nilai kebersamaan. Ini dia deretan budaya pernikahan dari berbagai negara yang penuh keunikan dan keceriaan!

1. Lebanese Zaffe – Lebanon

Lebanese Zaffe/ Foto : Freepik/ Freepik

Lebanese Zaffe adalah bagian meriah dan penting dari pernikahan Lebanon, dimulai dengan prosesi yang dipimpin oleh kelompok musisi dan penari yang penuh semangat.

Musisi memainkan alat musik tradisional seperti derbekke (drum tangan) dan zurna (alat musik tiup). Sementara, penari mengenakan pakaian berwarna-warni, menari dengan gaya enerjik.

Prosesi ini biasanya dimulai dari rumah pengantin perempuan dan pria, di mana mereka diarak menuju tempat pernikahan. Salah satu pemandangan yang paling mencolok dalam prosesi Zaffe adalah pria yang membawa pedang berapi, menambah elemen dramatis dan eksotis ke dalam acara.

Sepanjang prosesi, tarian dan nyanyian terus memeriahkan suasana, menciptakan pesta jalanan yang meriah dan penuh sukacita.

2. Mehendi dan Saptapadi – India

Mehendi dan Saptapadi/ Foto : Freepik/ Freepc diller

Dalam pernikahan India, dua ritual penting adalah Mehendi dan Saptapadi.

Upacara Mehendi dilakukan sebelum hari pernikahan, dimana tangan dan kaki pengantin perempuan dihiasi dengan henna dalam desain yang cantik. Desain ini tidak hanya estetis tetapi juga diyakini membawa keberuntungan untuk pernikahan.

Saptapadi adalah bagian inti dari upacara pernikahan Hindu di mana pasangan mengelilingi api suci sebanyak tujuh kali, dengan setiap putaran melambangkan janji atau sumpah tertentu terkait kebahagiaan dan kesejahteraan pernikahan mereka.

3. Shinto Wedding – Jepang

Shinto Wedding/ Foto : Freepik/ Freepik

Pernikahan Shinto di Jepang biasanya dilakukan di kuil Shinto dan melibatkan berbagai ritual yang kaya akan simbolisme. Pengantin mengenakan pakaian tradisional, seperti kimono putih untuk pengantin perempuan dan haori-hakama untuk pengantin pria.

Salah satu bagian penting dari upacara ini adalah pertukaran cawan sake, yang dikenal sebagai san-san-kudo. Pasangan meminum sake dari tiga cawan berbeda, masing-masing tiga kali, sebagai lambang penyatuan kedua keluarga dan kesucian ikatan mereka.


4. Upacara Tradisional Yoruba – Nigeria

Upacara tradisional Yoruba/ Foto : Freepik/ Freepik

Dalam budaya Yoruba di Nigeria, upacara pernikahan tradisional sangat meriah dengan musik, tarian, dan warna-warni pakaian adat.

Salah satu ritual yang menarik adalah “Money Spray,” di mana para tamu menaburkan uang kertas di atas pengantin sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran. Selain itu, acara ini diisi dengan berbagai tarian dan nyanyian, menjadikannya perayaan yang penuh sukacita dan energi.

5. Pernikahan Adat Jawa – Indonesia

Pernikahan adat Jawa/ Foto : Detik Jogja/Pernikahan Erina dan Kaesang

Pernikahan adat Jawa di Indonesia sangat kaya akan simbolisme dan ritual. Salah satu bagian terkenal adalah upacara “Siraman,” di mana pengantin perempuan dan pria dimandikan dengan air bunga oleh orang tua mereka untuk simbol menyucikan diri sebelum pernikahan.

Ritual lain yang penting adalah “Panggih,” di mana pasangan bertemu secara simbolis untuk pertama kalinya sebagai suami istri setelah pernikahan, disertai dengan berbagai prosesi dan doa yang bermakna mendalam.

6. Polterabend – Polandia

Polterabend/ Foto :Pixabay/Hans

Polterabend adalah sebuah tradisi pernikahan yang populer di berbagai negara seperti Polandia, Jerman, dan Austria, yang diadakan pada malam sebelum pernikahan. Nama Polterabend berasal dari kata Jerman “poltern” yang berarti menggedor atau membuat keributan dan “abend” yang berarti malam.

Tradisi ini bertujuan untuk membawa keberuntungan bagi pasangan yang akan menikah. Pada malam Polterabend, teman-teman dan keluarga berkumpul untuk sebuah pesta di rumah pengantin wanita atau tempat lain yang dipilih.

Selama acara ini, para tamu membawa barang-barang porselen lama yang tidak terpakai, seperti piring, cangkir, dan vas. Kemudian, mereka memecahkan barang-barang porselen tersebut dengan cara menghantamkannya ke tanah atau dinding, menciptakan suara keras.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Mirafestivalberlin? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Mirafestivalberlin, Mirafestivalberlin.com. Caranya DAFTAR DI SINI!


(ria/ria)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *