Life

Tidak Menemukan Cinta Sejati Jadi Kekhawatiran Utama 1 dari 4 Gen Z

×

Tidak Menemukan Cinta Sejati Jadi Kekhawatiran Utama 1 dari 4 Gen Z

Sebarkan artikel ini


Berbicara soal cinta memang tidak ada habisnya. Mungkin kamu melihat orang-orang di sekitarmu ada yang memiliki pasangan, bertunangan, single dan menikmati hidup, atau bahkan mungkin ada yang sudah berkeluarga dan memiliki anak.

Setiap orang tentu memiliki perjalanan cinta dan timelinenya masing-masing. Membandingkan kisah cinta tampaknya bukan hal bijaksana untuk dilakukan. Namun, tak bisa dipungkiri, terkadang ada kekhawatiran tersendiri bagi yang masih single perihal kapan bertemu dengan pujaan hati.

Baru-baru ini, sebuah survei yang dilakukan EduBirdie, sebuah platform menulis, mengungkapkan bahwa 1 dari 4 Gen Z mengaku tidak menemukan cinta sejati menjadi kekhawatiran utama mereka, sebagaimana dilansir dari CNBC Make It.

Gen Z Cemas Tidak Bisa Menemukan Cinta dalam Hidup
Kesepian Jadi Ancaman Kesehatan Paling Serius/Foto: Freepik

/Foto: Freepik

Bagi Gen Z yang sedang mencari cinta, kondisinya mungkin sedikit berbeda dibandingkan generasi sebelumnya ketika berusia 20-an. Jika diperhatikan, generasi sebelumnya mungkin banyak yang menikah di usia lebih muda.

Melihat hal tersebut, sebagian Gen Z menghadapi kecemasan tentang hubungan asmara mereka. Survei yang dilakukan EduBirdie terhadap 2 ribu peserta yang terdiri dari Gen Z melaporkan bahwa salah satu tantangan terbesar bagi 22 persen responden adalah tidak menemukan cinta sejati di hidup. Hal ini menjadi kekhawatiran yang lebih besar bagi mereka dibandingkan menemukan peluang karier.

Bukan tanpa alasan mengapa Gen Z merasakan hal tersebut. Di kehidupan yang serba cepat sekarang ini, ada begitu banyak tuntutan yang harus dihadapi Gen Z. Ditambah pula tingkat kesepian yang tinggi, sebagian Gen Z merasa sulit untuk mengatasi rasa takut jika tidak menemukan cinta dalam hidup. 

Lantas, apa yang bisa dilakukan? Pakar hubungan memberikan beberapa cara yang bisa diterapkan untuk mengatasi kesepian dan rasa FOMO (fear of missing out) soal hubungan romantis.

1. Perhatikan Pola Pikir
Me time untuk kesehatan mental/foto: freepik.com/lookstudio

Ilustrasi/Foto: Freepik.com/lookstudio

Menurut psikolog dan pendiri Growing Self Counseling & Coaching, Lisa Marie Bobby, penting untuk memerhatikan pola pikir yang bisa bermanfaat dan yang tidak membantu.

“Mengatakan pada diri sendiri hal-hal seperti “Aku tidak akan pernah menemukan pasangan” atau “Aku akan sendirian selamanya” tidak baik untuk suasana hati dan perspektif kita,” kata Bobby.

Tanpa disadari, pikiran negatif itu dapat memengaruhi suasana hati dan perilaku kita, Beauties.

Bobby mengatakan bahwa ‘membingkai’ ulang pemikiran kita seputar berkencan adalah keterampilan yang membutuhkan waktu untuk dikuasai. Membiarkan pikiran negatif menguasai diri akan membuat kita menjadi lebih cemas saat berkencan. Oleh karena itu, atur kembali pola pikir dan bersikaplah lebih optimis.

2. Fokus pada Diri Sendiri dan Kebutuhan
Ilustrasi Sagitarius yang tampak bahagia/Foto: pexels.com/vlada-karpovich

Ilustrasi/Foto: pexels.com/vlada-karpovich

Ketika kita sedang jomblo, ini adalah saat yang tepat untuk fokus pada diri sendiri. Coba tanya kepada diri sendiri, apa yang sebenarnya sedang kita butuhkan saat ini?

“Ini adalah “bagian yang sangat penting dari proses pengembangan diri dan penemuan diri karena Anda memiliki kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak kejelasan tentang siapa diri Anda, dan benar-benar memiliki kelonggaran total untuk melakukan hal-hal yang menarik bagi Anda tanpa harus bersusah payah dan yakin itu tidak masalah bagi orang lain,” kata Bobby.

Anastasiya Pochotna, pakar kencan dan hubungan untuk aplikasi kencan Flirtini, menambahkan bahwa masa lajang bisa menjadi fase pertumbuhan yang luar biasa.

“Pergi bersama teman ke suatu tempat atau sendirian, punya banyak hobi,” kata Pochotna.

“Karena kamu akan menemukan seseorang [dan] kamu akan memiliki cinta, tapi satu-satunya orang yang akan bersamamu sepanjang hidupmu adalah kamu,” lanjutnya.


3. Prioritaskan Membangun Persahabatan yang Solid
Ilustrasi teman yang positif/Foto: pexels.com/elly-fairytale

Ilustrasi/Foto: pexels.com/elly-fairytale

Terkadang, menjadi lajang dapat menyebabkan kesepian. Namun, Bobby mengatakan bahwa kesepian adalah hal yang normal, sama seperti emosi lainnya dan sebenarnya ini merupakan tanda bahwa kita perlu memiliki hubungan yang lebih autentik dan bermakna dalam hidup kita.

“Gunakan perasaan kesepian sebagai indikator bahwa inilah saatnya untuk “memeriksa hidup Anda dan bukan hanya orang terdekat Anda, tapi juga kelompok teman Anda, komunitas Anda, keluarga Anda. Bagaimana kamu terhubung dengan orang lain?” ungkapnya.

Nilailah dengan sungguh-sungguh kualitas hubungan dalam hidup kita karena kesepian dapat memengaruhi kita bahkan ketika kita dikelilingi oleh banyak orang.

Pochotna menuturkan bahwa mencari teman juga bisa menjadi cara alami untuk menemukan cinta. ”[Beberapa] orang memulai cintanya dari persahabatan. Itu adalah cerita yang sangat umum,” katanya.

“Cobalah mencari teman, dan mungkin persahabatan itu akan tumbuh menjadi cinta terbaik dalam hidupmu,” tutupnya.

Bagaimana menurutmu, Beauties?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Mirafestivalberlin? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Mirafestivalberlin, Mirafestivalberlin.com. Caranya DAFTAR DI SINI!


(naq/naq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *