Life

Eks Dubes AS Nikki Haley Tulis ‘Habisi Mereka’ di Rudal Israel, Netizen Murka

×

Eks Dubes AS Nikki Haley Tulis ‘Habisi Mereka’ di Rudal Israel, Netizen Murka

Sebarkan artikel ini


Mantan duta besar Amerika Serikat (AS) Nikki Haley ramai dihujat netizen di media sosial karena membela Israel. Baru-baru ini, Nikki Haley mengunjungi daerah perbatasan Israel. Kunjungan ini berlangsung saat Israel melancarkan serangan brutal di Rafah, Gaza, Palestina.

Tak hanya itu, Haley terlihat membubuhkan tanda tangan di sejumlah artileri Israel dan menulis, “Habisi mereka! Amerika cinta Israel,” dikutip dari The Guardian. Sontak hal ini membuat netizen murka dan menyerang akun Instagram perempuan tersebut.

“Saya bilang, “habisi mereka”, mereka perlu menghabisi Hamas. Jangan berhenti sampai selesai, tapi pastikan juga keamanannya tetap terjaga agar tidak terulang lagi dari Hamas atau pihak lain,” ujar Haley saat kunjungan ke Israel, Senin (27/5) waktu setempat, dikutip dari Al Jazeera.

Nikki Haley Bela Israel
Eks Dubes AS Nikki Haley Tulis 'Habisi Mereka' di Rudal Israel, Netizen Murka

Eks Dubes AS Nikki Haley Tulis ‘Habisi Mereka’ di Rudal Israel, Netizen Murka/Foto: X

Haley juga mengungkapkan bahwa dirinya akan terus mendorong AS untuk terus melakukan hal yang menurutnya benar, yaitu memberi dukungan untuk Israel. Selain itu, Haley mengecam upaya internasional untuk menghentikan serangan di Gaza, tepat sehari setelah Israel mengebom tenda kamp yang menewaskan puluhan warga sipil di Rafah.

“Dan bagi semua negara yang memutuskan untuk mengakui negara Palestina, tahukah Anda bagaimana rasanya di Israel?” ujarnya.

Melalui Instagram, Haley membagikan potret dirinya saat berkunjung ke Israel dan menuliskan caption bahwa dirinya mendukung negara tersebut.

Diserang Netizen: Tidak Tahu Malu!
Nikki Haley

Nikki Haley/Foto: Instagram/nikkihaley

Geram dengan aksi dan perkataan Haley, banyak netizen langsung menyerbu akun Instagram mantan gubernur Carolina Selatan itu.

“Tidak tahu malu,” tulis netizen.

“Bayangkan menjadi seorang ibu dan menandatangani bom yang akan digunakan untuk membunuh bayi, balita, dan anak-anak. Bayangkan menulis kata-kata “Habisi mereka” pada bom ini. Anda adalah umat manusia yang terburuk,” ujar netizen.

“Betapa jahatnya. Anda menandatangani “habiskan mereka” pada bom sehari setelah Israel membakar anak-anak hidup-hidup. Anda menyebut orang-orang Palestina yang telah dibersihkan secara etnis dari tanah mereka selama 76 tahun adalah orang-orang yang biadab, padahal hanya dalam waktu 8 bulan Israel telah dengan kejam membunuh 14.000 anak-anak mereka, melukai ribuan lainnya dan menghilangkan mereka di bawah reruntuhan. Kejam dan tidak berperasaan,” komentar netizen lainnya.

“Saya harap dia akan mengalami sendiri semua kengerian ini,” ungkap netizen lainnya.



Israel Serang Rafah, Puluhan Nyawa Melayang
Children look on, as Palestinians travel on foot along with their belongings as they flee Rafah due to an Israeli military operation, in Rafah, in the southern Gaza Strip, May 28, 2024. REUTERS/Hatem Khaled

Israel Serang Rafah, Puluhan Nyawa Melayang/Foto: REUTERS/Hatem Khaled

Tak hanya menghujat Haley, netizen juga semakin lantang menyerukan “All Eyes on Rafah”. Seruan ini merupakan panggilan bagi kemanusiaan untuk merespons genosida yang terjadi di Rafah. Seruan ini mengajak masyarakat dunia untuk tidak menutup mata atas genosida Israel terhadap Palestina.

Sebagaimana diketahui, Rafah adalah tempat pengungsian warga Gaza dari serangan Israel sejak 2023. Pemerintah Israel menunjuk Rafah sebagai wilayah bagi warga Palestina untuk melarikan diri.

Sebelumnya, International Court of Justice (ICJ) atau Mahkamah Internasional mengeluarkan perintah kepada Israel untuk menghentikan serangan mereka di wilayah Rafah. Namun, Israel tetap melancarkan serangan dan menewaskan puluhan pengungsi.

Dari rekaman video yang beredar, serangan Israel membuat api berkobar di tengah kegelapan di tenda pengungsian. Orang-orang berlarian dan berteriak panik. Kantor berita Wafa, mengutip Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), mengatakan bahwa banyak dari mereka yang meninggal “dibakar hidup-hidup” di dalam tenda mereka.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa serangan udara dari militer Israel yang mematikan di kamp pengungsian Rafah, Gaza selatan, Palestina, pada hari Minggu (26/5) adalah sebuah ‘kesalahan yang tragis’.

Genosida yang dilakukan Israel di Palestina sejak Oktober 2023 hingga sekarang telah menewaskan lebih dari 38.500 warga sipil.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Mirafestivalberlin? Yuk gabung ke komunitas pembaca Mirafestivalberlin, Mirafestivalberlin.com. Caranya DAFTAR DI SINI!



(naq/naq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *