Life

Jatuh Cinta atau Hanya Obsesi? Kenali Perbedaannya Menurut Pakar Hubungan…

×

Jatuh Cinta atau Hanya Obsesi? Kenali Perbedaannya Menurut Pakar Hubungan…

Sebarkan artikel ini


Memiliki pasangan yang setia, berkomitmen, dan mencintai sepenuhnya adalah dambaan semua orang yang berpasangan. Namun kamu perlu berhati-hati, karena ada perbedaan tipis antara cinta dan obsesi. 

Jadi, bagaimana kamu tahu bahwa pasanganmu benar-benar mencintaimu atau hanya terobsesi? Yuk langsung temukan jawabannya di bawah ini!

Cinta dan Obsesi

Ilustrasi/Foto: Pexels.com/Jep Gambardella

Dilansir dari Business Insider, Jika seseorang mencintaimu itu artinya ia juga mempercayaimu. Dia yang mencintaimu ingin kamu menjadi versi terbaik dari dirimu sendiri, dan hanya menginginkan hal-hal baik untukmu. Hal ini juga termasuk memberikan ruang saat kamu membutuhkannya. 

Sebaliknya, seseorang yang terobsesi denganmu akan menjadi pencemburu dan posesif. Dia tidak akan menyukai gagasan bahwa kamu tumbuh sebagai pribadi yang memiliki kemandirian. Karena khawatir kamu akan bertemu orang lain dan meninggalkan dia. 

Sementara itu, Jonathan Marshall, seorang psikolog dan pakar hubungan mengatakan, ketika seseorang sedang jatuh cinta, wajar jika orang lain teralihkan dari pandangannya untuk sementara waktu. Namun, jika hal ini membuat orang yang dicintai menjadi fokus utama dan malah terisolasi dari hal-hal lain penting lainnya, maka ini menjadi pertanda ada sesuatu yang tidak beres. 

“Jatuh cinta adalah sebuah penyakit karena kita menjadi sedikit gila, tetapi jika kegilaan itu berlangsung lama, dan Anda tidak dapat menemukan kompas batin Anda, maka menurut saya itu tandanya tidak seimbang,” kata Marshall. 


Cinta, Kecemasan, dan Obsesi

Ilustrasi/Foto: Pexels.com/cottonbro studio

Melansir dari Bustle, Mark B. Borg, Jr. Ph.D, psikolog klinis dan penulis Relationship Sanity mengatakan bahwa, “Sebagian besar dari kita memulai hubungan cinta dalam keadaan tidak aman dan cemas.” 

Bagi kebanyakan orang, terkadang akan terasa menakutkan jika ia tidak tahu bagaimana perasaan pasangannya. Keadaan yang tidak diketahui ini dapat menciptakan perasaan cemas yang tidak akan hilang sampai ia tahu dengan pasti bahwa pasangannya juga memiliki perasaan yang sama.

Dalam hubungan yang sehat, kedua pasangan akan bisa mengungkapkan perasaan mereka, dan kecemasan akan hilang. Namun jika rasa cemas itu masih tetap ada, hal ini bisa berujung pada obsesi. 

Berikut penjelasan lebih lengkap tentang perbedaan cinta dan obsesi.

1. Cinta Saling Memberi, Obsesi Cenderung Memberi Lebih

Ilustrasi/Foto: Pexels.com/cottonbro studio

Cinta itu timbal balik, kata pakar hubungan Marni Kinrys. Jumlah memberi atau menerima harus sama. Namun ketika seseorang terobsesi, mereka cenderung  memberi lebih dari yang mereka terima. 

Menurut Kinrys, motivasi mereka dalam memberi datang dari keinginan untuk menyenangkan dan disetujui, bukan cinta. 

2. Cinta Saling Menjaga Komunikasi, Obsesi Tidak Dapat Memulai atau Mengakhiri Harinya Tanpa Berbicara

Ilustrasi/Foto: Pexels.com/Sam Lion

Saling menjaga komunikasi dengan pasangan adalah hal penting dan wajar. Namun orang yang terobsesi, tidak dapat memulai atau mengakhiri harinya tanpa berbicara denganmu. 

“Sangat mudah untuk salah mengira cinta sebagai obsesi, namun perbedaannya adalah seberapa jauh Anda menaruh minat pada orang lain dan kapan hal itu menjadi tidak sehat,” kata Katie Leikam,  LCSW, terapis dan pemilik True You Southeast.

Orang yang terobsesi seringkali bertindak tidak rasional. Jika ia tidak dapat berbicara denganmu pada hari itu, maka ia mungkin akan terus menghubungimu melalui telepon. 

3. Cinta Bersikap Peduli, Obsesi Bersikap Mengendalikan

Ilustrasi/Foto: Pexels.com/Jonathan Borba

Memang senang rasanya memiliki pasangan yang begitu peduli dengan segala hal tentang kita. Namun, ada garis tipis antara bersikap peduli dan mengendalikan. Misalnya, jika ada seseorang yang ingin mengetahui keberadaanmu setiap saat dan dengan siapa kamu bersama, itu bisa jadi tanda perilaku obsesif. 

Cinta adalah perhatian dan kepedulian. Namun jika kepedulian mulai terasa berlebihan, maka itu termasuk obsesi. 

4. Cinta Adalah Kejujuran, Obsesi Membenarkan Semuanya

Ilustrasi/Foto: Pexels.com/Bethany Ferr

Ketika seorang terobsesi denganmu, semua yang kamu lakukan akan terlihat benar di matanya, meskipun dia sebenarnya tidak sependapat denganmu. 

Menurut Rori Sassoon, Pakar Hubungan dan CEO layanan perjodohan elit VIP Platinum Poire, orang yang terobsesi denganmu mungkin setuju dengan semua yang kamu katakan dan lakukan hanya untuk mempertahankan kamu dalam hidupnya. 

Jika itu cinta, pasanganmu akan bersikap jujur kepadamu tentang perasaannya sendiri. Dia tidak akan khawatir apakah akan kehilangan kamu karena mengatakan yang sebenarnya. 

Itulah perbedaan cinta dan obsesi. Pada beberapa aspek, cinta dan obsesi hampir terlihat sama. Karena menurut Sassoon, obsesi mencerminkan cinta. Tapi sekali lagi, obsesi datang dari rasa cemas dan takut. Sekalipun seseorang tidak menyadari, namun ketakutan itu akan terlihat melalui tindakannya. Jadi, jika perilaku pasangan membuatmu tidak nyaman, bicarakanlah. 

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Mirafestivalberlin? Yuk gabung ke komunitas pembaca Mirafestivalberlin Mirafestivalberlin.com. Caranya DAFTAR DI SINI!


(ria/ria)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *