Life

Mengenal Tren ‘Friendship Marriage’ yang Populer di Jepang: Menikah Tanpa Rasa Cinta

×

Mengenal Tren ‘Friendship Marriage’ yang Populer di Jepang: Menikah Tanpa Rasa Cinta

Sebarkan artikel ini


Beauties, pernikahan menjadi salah satu momen sakral bagi setiap orang dengan harapan dilakukan hanya satu kali dalam hidup. Namun, apa jadinya bila dua orang disatukan dalam ikatan pernikahan tanpa rasa cinta di dalamnya?

Hal tersebut menjadi sebuah tren baru di Jepang yang dikenal dengan ‘friendship marriage’, yaitu menikah dengan sahabat tanpa rasa cinta. Penasaran seperti apa detailnya? Berikut Mirafestivalberlin telah merangkumnya untuk kamu. Simak yuk, Beauties!



Apa Itu Tren ‘Friendship Marriage’?
Ilustrasi pasangan di Jepang

Ilustrasi pasangan di Jepang/ Foto: ellie via freepik.com

Melansir dari  Times of India, tren ‘Friendship Marriage’ ini merupakan pernikahan yang bersifat platonis. Pernikahan ini juga secara sah menyatukan dua orang yang mengutamakan hubungan bersifat platonis daripada keintiman romantis atau seksual, Beauties.

Pasangan-pasangan ini berbagi kehidupan berdasarkan rasa saling menghormati, nilai-nilai, biaya, dukungan emosional, dan stabilitas. Mereka menikah secara legal atau resmi, dan bisa memilih untuk memiliki anak atau tidak.

Orang-orang yang memilih melakukan tren ini yakni mereka dengan pendapatan di atas rata-rata di Jepang, sebagian besar berusia di awal 30-an.


Alasan yang Membuat Tren ‘Friendship Marriage’ Populer di Jepang
Ilustrasi orang Jepang

Ilustrasi pasangan di Jepang/ Foto: freepik.com/freepik

Lantas, apa sih yang membuat tren pernikahan platonis ini populer di  Jepang? Melansir dari  Mint, tren pernikahan ini mulai berkembang di negara yang sedang menghadapi tantangan penurunan populasi, seperti menurunnya persentase pernikahan di Jepang.

Menurut laporan South China Morning Post, semakin banyak anak muda di Jepang yang memilih jenis hubungan pernikahan baru yang bebas dari cinta atau seks, hingga muncul tren ‘Friendship Marriage’ ini.

Selain itu, tren menikah dengan sahabat tanpa rasa cinta ini dapat menjadi sebuah pelarian bagi orang-orang yang tidak ingin menikah namun melakukannya untuk menampilkan citra “stabil dan dewasa” di depan masyarakat atau untuk menyenangkan orang tua mereka seperti mengutip dari South China Morning Post.

Lebih lanjut, laporan tersebut menyatakan bahwa lebih dari 70% pasangan dalam pernikahan persahabatan memilih hubungan tersebut untuk memiliki anak karena masih sulit bagi seorang perempuan lajang untuk menjadi ibu di Jepang.

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Mirafestivalberlin? Yuk gabung ke komunitas pembaca Mirafestivalberlin Mirafestivalberlin.com. Caranya DAFTAR DI SINI!



(sim/sim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *