Life

Wajib Tahu, Ini 7 Alasan Nepotisme Berbahaya dan Merugikan

×

Wajib Tahu, Ini 7 Alasan Nepotisme Berbahaya dan Merugikan

Sebarkan artikel ini


Nepotisme sering kali dimaknai sebagai mempekerjakan anggota keluarga tanpa mempertimbangkan prestasi dan kemampuan orang tersebut. Menurut KBBI, nepotisme diartikan sebagai perilaku yang memperlihatkan kesukaan yang berlebihan kepada kerabat dekat; kecenderungan untuk mengutamakan (menguntungkan) sanak saudara sendiri, terutama dalam jabatan, pangkat di lingkungan pemerintah; tindakan memilih kerabat atau sanak saudara sendiri untuk memegang pemerintahan.

Dalam sebuah perusahaan yang telah berdiri lintas generasi, mungkin penunjukan anggota keluarga untuk menjadi pemimpin selanjutnya bukan hal asing lagi. Namun tak terbatas perusahaan, nepotisme juga bisa terjadi di lingkup pemerintahan.

Nah, sebenarnya seperti apa efek dari nepotisme terhadap sebuah organisasi, perusahaan, atau negara? Pada satu sisi, nepotisme memang meningkatkan loyalitas disebabkan adanya hubungan keluarga. Sementara di sisi lain, ada banyak dampak negatif berakar dari nepotisme, Beauties. 

1. Menurunnya Profesionalisme
Ilustrasi adu argumen ketika di ruang kerja / Foto: Pexels.com / Yan Krukau

Ilustrasi/ Foto: Pexels.com/Yan Krukau

Dihimpun dari laman WebHR, saat orang yang tidak memenuhi kualifikasi menempati posisi di sebuah perusahaan, maka dapat membentuk perilaku tidak profesional dalam perusahaan tersebut sehingga memicu permasalahan. Ketidakprofesionalan juga dapat merusak reputasi sebuah organisasi.


2. Pemimpin Tidak Kompeten
Ilustrasi saat Libra bermasalah dengan rekan kerja/Foto: pexels.com/shkrabaanthony

Ilustrasi/ Foto: pexels.com/shkrabaanthony

Seseorang yang dipekerjakan hanya karena melihat hubungan keluarga dan bukan karena prestasi dan kemampuannya akan berpengaruh pada hasil kerja orang tersebut hingga output sebuah organisasi. Pemimpin yang tidak memenuhi kriteria dapat menyebabkan kesalahan pengambilan keputusan dan kesalahan manajemen yang dapat memengaruhi hasil serta menurunkan efisiensi sistem perusahaan.


 


3. Kurangnya Akuntabilitas
Cara menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja yang super sibuk

Ilustrasi/ Foto: Freepik.com/DCStudio

Nepotisme juga memungkinkan perilaku menyepelekan masalah yang dilakukan individu karena ada hubungan keluarga. Ketika tidak ada akuntabilitas, maka dapat menimbulkan konsekuensi negatif jangka panjang bagi perusahaan.


4. Ketidakadilan Antar Pekerja
Ilustrasi saat Cancer bermasalah di tempat kerja/Foto: pexels.com/karolina-grabowska

Ilustrasi/ Foto: pexels.com/karolina-grabowska

Ketidakadilan di lingkup kerja juga berpotensi terjadi akibat nepotisme, Beauties. Misalnya dari segi upah. Laman HR Future menyebutkan salah satu tanda terjadinya nepotisme yaitu individu menerima upah lebih banyak karena keluarga, walaupun tidak punya pengalaman cukup dibanding pekerja lainnya. Hal ini menyebabkan ketidakadilan antar pekerja dalam perusahaan.


5. Nepotisme & Korupsi Pengaruhi Mortalitas
ilustrasi uang

Ilustrasi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/ponsulak

Nepotisme yang juga ditambah dengan korupsi berdampak lebih fatal karena memengaruhi mortalitas anak. Melansir BBC, sebuah studi menemukan negara dengan tingkat korupsi dan nepotisme tinggi memiliki mortalitas anak sepertiga lebih tinggi dibandingkan negara dengan tingkat korupsi rendah.


6. Membatasi Perusahaan untuk Berkembang
Aries akan mendapatkan keuntungan dari segala arah, sehingga kemakmuran dan keuangan yang cukup stabil bisa kamu nikmati melalui bisnismu/Foto: pexels.com/fauxels

Ilustrasi/ Foto: pexels.com/fauxels

Jane Sunley, founder Purple Cubed, mengatakan pada BBC bahwa mempekerjakan seorang anggota keluarga yang tidak memenuhi kualifikasi juga akan menghambat kemajuan sebuah perusahaan. 

Ada begitu banyak kandidat berpotensi sehingga saat nepotisme terjadi, perusahaan melewatkan kesempatan untuk mempekerjakan orang yang ahli dan mampu membawa ide-ide baru dan brilian yang bermanfaat bagi perusahaan.


7. Menghambat Investasi
Ilustrasi pergerakan harga saham.

Ilustrasi/ Foto: pexels.com/Karolina Grabowska

Sebuah studi tahun 2018 berjudul Family first? Nepotism and corporate investment mengeksplorasi dampak nepotisme terhadap investasi perusahaan. Studi membuktikan bahwa tindak nepotisme dapat menghalangi investasi. Survei yang dilakukan terhadap sejumlah perusahaan di mana nepotisme terjadi menunjukkan kurangnya investasi pada perusahaan tersebut diakibatkan kurangnya kualitas pekerja dan rendahnya insentif untuk mengerahkan usaha. 

Selain itu, BBC memuat laporan 2014 Anti-Corruption Report oleh EU yang juga menunjukkan 67% investor melihat nepotisme sebagai permasalahan serius saat menjalankan perusahaan di Yunani sehingga berdampak pada rendahnya investasi asing.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Mirafestivalberlin? Yuk gabung ke komunitas pembaca Mirafestivalberlin Mirafestivalberlin.com. Caranya DAFTAR DI SINI!



(dmh/dmh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *